Plagiat? Oh, No!

22.04

Waktu itu aku lagi nyari buku lama. Tanpa sengaja aku menemukan Mekar, majalah SMA tempat kakakku dulu sekolah. Aku tertarik
karena itu merupakan edisi terbaru sebelum kakakku lulus dari SMA. Aku mulai membacanya halaman demi halamannya. Sempat terkesan dengan isinya yang sebagian besar tentang Unas dan sistem penerimaan mahasiswa. Memang di edisi itu lagi gempar - gemparnya persiapan Unas dan SNMPTN.

Tapi ketertarikanku berubah derastis ketika aku membaca bagian cerpen. Sebelumnya aku tak bermaksud apa - apa. Aku mencoba mengapresiasi karya anak SMANSA, juga sebagai referensi untukku menulis. Ternyata, yang aku baca adalah karya sastra milik orang lain. Cerpen itu berjudul "Kado Spesial Kakak" (Mekar Edisi 17/OSIS47/smt I 2012/2013,hal 26). Aku merasa panas, karena alur, tema, keseluruhannya nge-plek (baca:persis) dengan karya milik Agnes Davonar, "My Idiot Brother".Persis, bahkan latar ,tokoh (hanya mengubah nama) semua sama, tapi si penulis mengubah sebab kematian kakaknya yang seharusnya mendonorkan darah dengan  mendonorkan mata.

Apapun itu, sebuah karya tak seharusnya di plagiasi. Kita wajib mengapresiasi atau setidaknya menghargai. Percuma kita punya karya yang dipuja banyak orang, tapi bukan milik sendiri. Kalau kita ingin terjun di dunia tinta (menjadi seorang penulis), jadilah diri sendiri. Menulislah dengan gayamu sendiri. Ala bisa karena biasa. Aku tidak setuju dengan tindakan plagiat. Apalagi karya milik Agnes Davonar, penulis favoritku. Coba logikakan, siapa yang plagiator, si penulis itu, atau Agnes Davonar yang telah terbukti menerbitkan beberapa novel dan kumcernya. Semoga ada anak SMANSA Sampang, khususnya redaksi Mekar yang membaca ini, untuk dijadikan bahan evaluasi. Saya harap lebih selektif dalam memilih cerpen yang akan dimuat. Tapi ini lebih pada kesadaran pribadi tentang pentingnya menghargai karya orang lain.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Tidak semua hal bisa dikatakan plagiat, bisa saja si penulis itu tidak tahu tentang karya Agnes Davonar itu atau dia terinspirasi dari karya Agnes Davonar. Jadi tolong jangan menilai orang seperti itu, karena Anda belum tentu tahu kebenarannya.

    BalasHapus
  2. Tidak semua hal bisa dikatakan plagiat, bisa saja si penulis itu tidak tahu tentang karya Agnes Davonar itu atau dia terinspirasi dari karya Agnes Davonar. Jadi tolong jangan menilai orang seperti itu, karena Anda belum tentu tahu kebenarannya.

    BalasHapus

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram