Hari Melankolis

16.47

Hari ini hidupku berjalan sangat dramatis. Semuanya terasa melankolis. Entah untuk alasan apa. Mungkin karena faktor fisik,seharian kepalaku terasa pening. Pada kondisi itu,
untungnya matkul hari ini masih bisa kujangkau. Masih ada sisa konsntrasi untuk memperhatikan materi, di samping sebagian sisanya adalah untuk bertahan dari rasa pening ini.

Faktor lain mungkin, aku sedang berada pada posisi pencarian identitas. Jujur, aku belum menemukan identitas.

Lupakan masalah identitas. Ini masih dalam proses pencarian. Mungkin faktor cinta? Entah. Aku sudah lama tak bersentuhan dengan kata itu. Laki - laki? Bagaimana bisa laki - laki memengaruhi seluruh hariku? Memang faktor yang satu ini sangat kuat pengaruhnya. Entahlah. Aku hanya menjabarkan beberapa faktor kemungkinan penyebab melankolisnya hariku. Selebihnya, aku tak pernah tahu alasan pasti penyebab semua ini.

Tiba - tiba memoriku memutar potongan film "GIE". Film yang mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh Soe Hok Gie, keturunan Tionghoa yang berjiwa nasionalisme tinggi. Pada malam terakhirnya, dia merasa begitu melankolis. Padahal dia adalah seorang yang realistis dan kritis. Malam itu, dia merasa seluruh lampu jalanan bernyanyi untuknya. Apakah hari ini akan menjadi sama dengan malam terakhir Gie? Apakah ini akan menjadi hari terakhirku? Entahlah. Sampai postingan ini kutulis, rasa pening itu masih ada. Biarlah Tuhan yang memosisikanku pada takdir yang terbaik. Tuhan Maha Tahu.

You Might Also Like

0 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram