Bait - Bait Berpulangnya Perasaan Lama

22.06

Mungkin ini salahku. Aku yang membiarkan rasa itu tumbuh liar,tanpa sempat kupangkas sampai ke akarnya. Mungkin memang salahku yang tak bisa tegas atas determinasi perasaan yang seharusnya bisa disudahi. Mungkin (sekali lagi)
memang salahku jika aku tak mampu mencabut kuat - kuat rasa ini. Padahal aku sudah berjanji, jika tiba tanggal itu maka harus kulepas semuanya, termasuk rasa dan seluruh memori.

Maafkan aku yang sudah lancang menyebut namamu dalam setiap doaku. Maafkan aku yang pengecut, hanya ini yang kubisa. Aku bahkan tak ada usaha sedikitpun untuk berkontak denganmu. Biarlah bait - bait doa saja yang mengantarkan rasa ini untuk berkontak denganmu. Kontak yang mungkin hanya aku saja yang merasa. Entah kau merasakannya juga atau tidak. Entah doa ini berefek atau tidak padamu. Aku tak peduli.

Siapa yang harus kusalahkan? Kamu? Kamu yang hadir dalam hidupku, tanpa ada aba - aba kita bisa tergabung pada satu wadah,satu atap dan satu langit. Rasanya terlalu kebetulan. Apakah ini salahku? Aku yang terlalu bereuforia dengan hadirnya seseorang yang kuanggap sempurna. Aku yang terlalu keranjingan dengan hadirmu yang sangat berbeda dengan laki - laki yang aku temui sebelumnya. Atau haruskah dengan lancangnya menyalahkan Tuhan yang sudah menakdirkan semuanya? Ah tentu aku terlalu berdosa jika menyalahkan semuanya. Ampuni aku Tuhan.

Lalu... jika sampai pada waktunya, mungkin akan ada saat di mana aku akan menyerah. Mungkin aku akan lelah mencintaimu.  Meski mungkin doaku tak berhenti mengalir. Aku akan memilih pasrah. Dengan siapapun kamu, sudah... aku ikhlas saja. Jika memang aku tak bisa mendapat feedback darimu,maka biarlah. Jika kamu tak bisa menerimaku, mungkin akan ada seseorang yang akan mencintaiku seperti caraku mencintaimu. Seperti kata kebanyakan orang bilang : "Jika akhirnya kamu tidak disandingkan dengan orang yang kau sebut namanya dalam doamu,mungkin kamu akan disandingkan dengan orang yang diam - diam menyebut namamu dalam doanya".

Baiklah....barakallah laka (kamu,iya kamu!). Barakallah lana :)

You Might Also Like

0 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram