Bias Waktu

14.35







"Apa yang kau permasalahkan tentang waktu?"
"Aku ingin membekukan waktu"
"Untuk apa?"


Tiba - tiba aku terdiam ketika dia mempertanyakan alasanku. Mungkin ini hanya obsesi belaka. Atau hanya buncahan imajinasiku atas figur doraemon yang bisa bermain dengan dimensi waktu. Tak terasa air mataku jatuh. Aku menggantungkan pertanyaannya. Hanya ada suara tangis lirih saat ini. Dia pun seolah mencoba mencerna makna tangisku. Tangannya pun mengarah pada sudut mataku untuk menghapus air mata ini. Dia benar - benar membersihkan seluruh air mataku. Kini hanya ada sisa deguban pasca menangis dan deru nafasku yang belum teratur.

"Aku ingin kembali pada masa kecilku", lanjutku setelah merasa nafasku sudah teratur.
Sayangnya dia hanya membalasku dengan senyum, mungkin menunggu lanjutan alasan atas pernyataanku.

"Aku menyesal sudah banyak menyakiti adikku"
Sialnya, dia masih saja tersenyum meresponku.

"Kau bahkan belum beranjak dari masa kecilmu"
"Maksudmu?"
"Yang bertambah dewasa adalah adikmu, bukan dirimu"
"Hei, kau semakin membuatku rumit"

Dia semakin terlihat menyebalkan dengan senyumnya. Mungkin sekali lagi lagi jika dia meresponku dengan senyum, aku akan menampar lesung pipinya.

"Kau lupa, hari ini 10 tahun kematianmu?"
Sekali lagi dia tersenyum. Sayangnya aku tak sempat menampar lesung pipinya. Dia langsung mengepakkan sayapnya, terbang jauh ke angkasa. Baiklah, jadi selama ini aku...?


#FiksiMini #tapikepanjangankayaknya #coretan

You Might Also Like

2 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram