Ini Bukan Kisah Keenan - Kugy

02.03

source : http://goo.gl/dulmjq

Dalam kisah Perahu Kertas, diceritakan seorang perempuan yang lincah, ceria, dan ekspresif memulai kuliahnya di Bandung. Dari Bandung itulah, semua cerita bermula. Kugy, yang diperankan secara apik oleh Maudy Ayunda, entah secara kebetulan atau memang ditakdirkan bertemu dengan Keenan pertama kali saat di stasiun. Kugy menggunakan radar neptunus - yang sangat diyakininya merupakan penentu arahnya- saat yang lain (teman - teman Keenan yang juga teman Kugy) tidak menemukan Keenan. Semenjak itu, Kugy seperti menemukan sesuatu yang berbeda. Entah bagaimana radar neptunus mengarahkannya pada seseorang yang ternyata benar itu Keenan, sepupu dari Eko, pacar Noni ( teman Kugy).

Perjumpaan pertama itu merupakan awal mula Kugy merasakan ada hal lain dalam dirinya ketika berhadapan dengan Keenan. Padahal saat itu, Kugy masih menjalin hubungan dengan pacar semasa SMA-nya.
Namanya juga cinta, entah dari mana asalnya dan kapan waktunya memang tak bisa diprediksi. Saya lupa alasan apa yang membuat Kugy akhirnya putus dengan pacarnya. Saat yang bersamaan pula Kugy semakin dekat dengan Keenan. Mereka berdua merupakan sahabat. Ya, saya caps lock SAHABAT.


Kugy berkuliah sesuai passionnya di sastra Indonesia. Sejak kecil memang dia suka menulis dan meraih banyak prestasi di bidang tersebut. Cita - citanya menjadi penulis dongeng. Sedangkan  Keenan, atas tuntutan dari orang tuanya berkuliah di ekonomi. Padahal Keenan adalah seorang pelukis handal.


Saya tidak ingin  bercerita banyak tentang film yang diangkat dari novel Dee ini. Karena film ini sudah rilis dengan sukses tahun 2012. Saya yakin sudah banyak yang menonton film ini baik dari bioskop, file bajakan, atau pun dari tayangan televisi. Yang saya ingin bahas adalah tentang bagaimana mereka saling menemukan setelah lama sama - sama pergi.


Bermula dari kekecewaan Kugy. Dia merasa, mungkin cemburu, dengan Keenan yang oleh teman - temannya dijodohkan dengan Wanda. Sejak saat itu, Kugy menjauh dari Keenan. Dia melampiaskan segala kekecewaannya dengan menyibukkan diri kuliah. Mengejar sks tinggi dan segera lulus tiga setengah tahun. Percayalah, orang yang berhasil lulus tiga setengah tahun pastilah cum laude. Kurang puas menyibukkan diri dengan akademik, dia mencoba menjadi guru bagi anak - anak sekolah alit. Jadi, sambil kuliah, dia juga mengajar anak - anak yang kurang beruntung tersebut. Iya, saat dia kecewa, Kugy melampiaskannya pada hal - hal positif. Banyak orang - orang yang kecewa, tapi melampiaskan pada hal - hal negatif dengan berdalih kata kecewa.


Setelah lulus, dia bekerja di kantor periklanan "Advocado". Bos kantor tesebut merupakan kenalan kakak Kugy. Ya, semua orang berdalih bahwa Kugy adalah orang yang sangat beruntung. Lulus cepat, dan cepat pula dapat kerja. Hal yang menjadi impian sebagian besar mahasiswa, bukan? Bos kantor tersebut, Remi, terkesan dengan Kugy. Awalnya Kugy hanya bekerja "serabutan" di kantor tersebut. Tukang fotokopi, pembuat kopi, suruh ini, suruh itu. Pada saat kantor mengalami kebuntuan, Kugy hadir dengan ide segarnya. Sejak itu, ada hubungan khusus antara Kugy dan Remi. Hingga akhirnya, pada perayaan tahun baru mereka meresmikan hubungannya. Apakah Kugy melupakan Keenan? Tentu saja tidak. Dia masih menyimpan perasaanya, meski hatinya sekarang milik orang lain.


Kalau bicara jodoh, katanya jodoh gak kemana. Iya memang. Meski semua orang bahkan dirimu sendiri berkata seribu kali tak mungkin. Nyatanya, hati tau ke mana dia harus berlabuh (Dee dalam Perahu Kertas). Kugy berpacaran dengan Remi dan Keenan berpacaran dengan perempuan Bali. Akhirnya mereka kembali. Meski Kugy nyaris bertunangan dengan Remi, dan juga Keenan akan menjalin hubungan yang lebih serius dengan si cewek Bali itu.

Mereka Kembali, dengan langkah yang dramatis. Meski awalnya harus menumpahkan air mata.
"Aku mohon. Aku gak bisa, aku gak bisa. Aku gak mau sepuluh tahun lagi, dua puluh tahun lagi aku sakit kayak gini setiap kali aku ingat kamu. Aku gak mau, aku gak bisa." (Kugy pada Keenan)
 Itu kisah mereka. Saling menemukan. Saling pergi, dan akhirnya saling kembali. Ya, itu cerita Keenan - Kugy. Dan terjadi di novel, fiksi. Entah dunia nyata. Bisa saja lebih dramatis, bisa saja lebih sederhana. Bagaimana pun, dunia nyata memiliki andil dalam cerita fiksi.

Saya tidak tahu kisah saya sendiri akan berjalan seperti Keenan - Kugy atau tidak.  Saya rasa sih tidak. Manusia punya kisah uniknya sendiri, tak perlu disamakan. Tapi... saya pun mempunyai kekecewaan yang mungkin karena saya menaruh harapan kosong. Bukan seperti Kugy yang sudah menjalin selangkah hubungan berupa SAHABAT. Saya tak punya daya apa pun, bahkan tak berhak berharap untuk memilikinya. Jangankan memilikinya, bertemu saja mungkin cukup dalam mimpi, bahkan mimpin khayalan saya saja.

Seorang Kugy bisa melampiaskan kekecewaanya pada hal positif. Sedangkan saya? Saya malah mengalihkannya pada sesuatu yang membuat saya candu. Sesuatu yang meningkatkan kadar penerimaan dalam diri meningkat. Saya bodoh, iya. Oke, ini bukan narkoba. Tapi candu dalam bentuk apa pun, efeknya akan sama pada otak. Mungkin itu penyebab saya selalu mudah terdistraksi oleh banyak hal, selalu kehilangan fokus.

Tidak mampu meraihnya, bahkan untuk bertemu saja, membuat saya semakin bermain dengan khayalan palsu. Khayalan yang mengantarkan saya pada dunia lain, bukan dunia yang saya pijak. Saya seolah merasa bebas membentuk apa pun dalam dunia itu. Tidak ada penghalang. Jika dirasa kurang tepat, bisa diulang dan diperbaiki. Tidak seperti kenyataan yang hanya ada satu kesempatan.

Kugy adalah orang yang berani menjadi diri sendiri dengan mimpinya. Dia benar - benar memaksimalkan potensi menulisnya. Saya juga suka menulis, meski tak segelimang Kugy prestasinya. Hanya ada beberapa judul yang dipublikasikan. Sisanya entah hilang tak ada kabar karena mengikuti lomba dari universitas - universitas penyelenggara yang katanya berjanji memberi sertifikat. Bahkan berjanji membuatkan antologi. Tapi kenyataannya, sampai detik ini, saya belum menerimanya. Sayangnya, saya seolah menjadikan menulis ini bukan potensi utama. Seolah menulis adalah sampingan, hal yang sebaiknya jadi sisi lain. Padahal Kugy menjadikan yang utama.

 Ah, untuk apa sok menyamakan cerita kalau kenyataannya berbeda.  Tapi boleh lah, sisi postifnya diintip. Mungkin sosok Keenan di Perahu Kertas memiliki beberapa kesamaan dengan sebut saja ~him. Rambut Keenan ikal, rambut him juga ikal meski tidak gondrong. Sama - sama putih tinggi dan, matanya saya rasa mirip (ini persepsi saya haha). Mungkin ini hanya  perasaan saya aja, menyamakan seorang Keenan dengan him. Secara sikap sepertinya juga, ssama - sama cuek tegas.


Entahlah. Saya tidak yakin kisah ini akan sama. Saya pun tidak yakin he notices me so far or not, even I always remember him this long. Saya selalu punya harapan untuk sesuatu, entah itu hanya sekedar sapaan lewat sosmed atau sekedar bertemu lewat meski him tak melihat. Selalu ada probabilitas atas sesuatu. Pada akhirnya saya pun menyadari, percuma berharap pada angan - angan kosong. Pada akhirnya, saya harus melihat realita. Untuk apa memikirkan orang yang sama sekali tak mengingat kita.  Herannya, him tak pernah ada di sekitarku, tapi seberapa kali kerasnya aku mencoba muvon, tetap saja gagal. Hati ini selalu kembali. Perasaan ini selalu berpulang, meski tak pernah tahu adakah sambutan akan kepulangannya. Mungkin saya saja yang kelewat bodoh, mencintai orang yang tak ada.

Ini bukan kisah Keenan - Kugy. Maafkan jika tulisan ini tak jelas. Ini blog yang sudah saya anggap rumah sendiri. Tempat saya memulangkan segala perasaan. Sekali lagi, Ini bukan kisah Keenan - Kugy.




You Might Also Like

1 komentar

  1. keenan itu apa,tolong dibales lewat blogku ya saifmath.blogspot.co.id

    BalasHapus

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram