November dan Menulis (part 1)

18.17

Sebelum bulan November tiba, aku melihat banyak seliweran poster event kepenulisan. Ada bedah buku "Pulang" milik Tere Liye yang diadakan oleh BEM FKM UNAIR. Selain itu, ada juga workshop dan talkshow kepenulisan dari LPM Mercusuar UNAIR. Acara tersebut mengundang Lalu Abdul Fatah, Bapak Maksum, dan Ahmad Fuadi. Dua acara tersebut diselenggarakan pada minggu berbeda, namun beruntun. Aku, sejak bulan November akan hadir, segera mendaftarkan diri sebagai peserta dua acara tersebut. Sudah cukup trauma dengan tragedi batal ikut seminar serupa karena terhalang acara lain. Kebetulan waktu itu yang diundang adalah Asma Nadia :(
hilanglah kesempatanku bertemu dengan penulis sejuta cinta.  Dari pengalaman itu aku belajar, harus komimen untuk bisa menghadiri suatu acara.

publikasi bedah buku "Pulang"

Pertengahan Oktober, sebelum uang bulananku habis. Aku bergegas membayar persyaratan menjadi peserta bedah buku dan workshop. Bedah buku Tere Liye diselenggarakan pada Minggu,  15 November 2015. Dari awal memang sudah kubulatkan tekad untuk komitmen menghadiri acara tersebut. Ternyata 15 November juga bertepatan dengan Welcome Party SKI Psikologi UNAIR. Ah, Galau. SKI sudah bagaikan rumah keluarga. Aku merasa nyaman menjadi bagian dari BSO di fakultasku itu. Welcome Party  menjadi sarana silaturrahmi bagi anggota lama dan baru. Berhubung sudah komitmen, harus kurelakan kehilangan kesempatan bercengkrama dengan dedek - dedek gemes anggota baru SKI. Setidaknya aku sempat bertemu sebentar karena dimintai tolong untuk membawakan sayur. Tiga puluh menit bersama formasi keluarga baru SKI Psikologi.

Bedah buku Tere Liye dihelat di aula kahuripan. Ini baru pertama kali aku sebagai mahasiswa UNAIR mengunjungi aula yang terletak di gedung rektorat tersebut. Tidak susah menemukan aulanya. Aku sudah tahu klunya. Gedung rektorat lantai 3. Hanya saja tak pernah ke sana, jadi tidak tahu harus melewati jalan mana. Sebagai anak yang terbiasa ngilang, aku bertanya pada satpam. Masuk dalam gedung pun masih memastikan bertanya lagi pada satpam yang aku temui. Petunjuk yang diberikan sama, di ujung katanya. Beruntungnya, aku bertemu kakak kelas dari Sampang yang kebetulan menjadi panitia Bedah Buku Tere Liye. Kakak itu bahkan membukakan lift untukku. Sebenarnya sederhana saja untuk menemukan aulanya. Aku saja yang minim pengalaman.


Sesampainya di aula Kahuripan, ternyata ruang sudah penuh. Open Registrationnya memang jam 8. Tentu saja untuk acara semacam ini banyak yang berlomba mendapat kursi depan. Sayangnya aku datang terlambat, jadi kebagian kursi di deretan agak belakang. Lumayan lama menunggu Tere Liye tampil. Berdasar informasi dari panitia, Tere Liye sudah datang. Namun masih menandatangani buku - buku milik peserta. Waktu itu aku membawa dua buku karya Tere Liye, Bulan dan Pulang. Sambil menunggu Tere Liye, kami dihibur dengan penampilan akusitik dari FKM.


Tere Liye datang. Seisi ruangan bertepuk tangan. Ini pertama kali aku melihat langsung sosok Tere Liye. Penulis yang novelnya multigenre. Penulis yang setiap statusnya aku like. Usianya sudah memasuki bapak - bapak. Tapi beliau masih energik dan gokil, jiwa mudanya tidak hilang. Ciri yang khas dari Tere Liye adalah, beliau tidak suka difoto. That's why, ketika bedah buku yang dimoderatori presiden BEM UNAIR 2014 ini, abang Tere lebih banyak berjalan - jalan. Ternyata tujuannya untuk menghindari kamera. Selain itu juga untuk lebih dekat dengan pembaca.


Menyenangkan sekali bedah buku ini. Tere Liye mengemasnya sangat interaktif. Bedah bukunya lebih ke arah tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan pun bisa beragam. Baik seputar novelnya (apa pun judulnya) maupun tentang kepenulisan. Komposisi bedah buku ini 15 menit bercerita singkat mengenai isi novel Pulang. Sisanya, tanya jawab. Beruntung aku mendapat kesempatan bertanya pada abang Tere. Meskipun, itu harus  kuusahakan berkali - kali mengacungkan tangan ketika moderator menawarkan kesempatan.

15 November, banyak ilmu yang aku peroleh. Pertama, menepati janji. Dari awal memang aku sudah berjanji untuk membantu membawakan sayur. Jadinya, pagi itu aku bangun dengan kaget dan teringat akan janji membantu. Kedua, quality time. Hari itu memang aku tidak bisa mengikuti Welcome Party SKI, tapi setidaknya menyempatkan 30 menit bercengkrama bersama mereka. Sempat mencicipi konsumsinya pula :D hehe. Ketiga, aku bisa mengetahui alur menuju aula kahuripan. Tentu saja ini berguna untuk event selanjutnya, workshop dari LPM Mercusuar UNAIR. Keempat tentu saja ilmu kepenulisan dari Tere Liye. Semoga apa yang kudapat bisa bermanfaat. Sampai jumpa di part 2  :)

You Might Also Like

0 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram