Aquarius dan Eksistensi Air

05.36

Aquarius via http://www.crystalinks.com/aquariusrb.jpg

3 Februari 2016. Lagi – lagi aku ingin menulis tentang hari pertambahan usia. Seperti setahun yang lalu. Tahun ini, usiaku genap 20 tahun. Memasuki usia kepala dua tentu bukan hal yang mengasikkan (setidaknya bagiku). Maksudku,  harus menyadari bahwa  kita sudah masuk usia dewasa. Usia yang tentu akan banyak tuntutan, tantangan, dan pasti masalah yang lebih tinggi tingkatannya. Hanya saja di usiaku sekarang tidak selabil tahun lalu. Di awal usia 19 lalu, aku merasakan ketakutan yang teramat sangat tentang menjadi dewasa. Kemudian satu tahun aku menjalani “masa trial” menjadi dewasa. Memang lebih berat dari masa remaja maupun anak – anak. Tapi tidak terlalu buruk. Ketika aku sudah berada di dalamnya, semua terasa wajar saja. Toh mau tidak mau usiaku akan terus bertambah setiap tahun.



Ada quotes menarik :
“menjadi tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan”. Tua yang dimaksud seperti pengalamanku, pengalaman setiap orang, bertambah umur tiap tahunnya. Memang setiap tahun kita akan bertambah tua. Tapi, mengapa dewasa adalah pilihan? Karena tahap perkembangan manusia itu secara umum ada masa anak – anak,  remaja, dewasa, dan lanjut usia. Di setiap tahapan itu ada tugas perkembangan. Jika tugas perkembangannya terpenuhi, tentu saja mereka layak disebut remaja atau dewasa atau lansia. Pun jika tugas perkembangan itu tidak dapat terpenuhi, bukan berarti mereka tidak tumbuh. Umur manusia terus bertambah, tapi tidak dengan pemenuhan tugas perkembangannya. Mungkin itu yang dimaksud quotes “menjadi tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan”.


Dilihat dari tanggal lahirku, aku berzodiak aquarius. Cih, percaya zodiak? Bukan perkara valid atau musyrik. Bagaimanapun, zodiak pernah menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam rangka memahami manusia. Meskipun aku sendiri tidak mempercayainya. Bagaimana bisa rasi bintang dikaitkan dengan bulan lahir lalu menjadi penentu nasib seseorang. Khan lucu. Tapi ada hal yang bisa dipelajari dari simbol – simbol zodiak. Contohnya zodiakku, aquarius. Which is, aquarius dilambangkan dengan air. Kalau yang lebih keren ada seseorang membawa kendi dan menumpahkan air. Yah, intinya air.


 Apa yang bisa dipelajari dari air? Banyak. Sejak SD kita belajar sifat – sifat air : menyesuaikan bentuk, menekan ke segala arah, mengalir dari tempat yang tinggi ke rendah, dsb. Menyesuaikan bentuk berarti menjadi pribadi yang adaptif. Bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Skill adaptif tentu sangat dibutuhkan bagi manusia. Tidak hanya beradaptasi dalam bentuk mempertahankan diri secara fisik, tapi juga psikis. Bagaimana kita bisa menyelesaikan tantangan untuk menghadapi lingkungan sekitar. Apalagi jika masuk pada lingkungan baru.



Baiklah. Bagaimana dengan menekan ke segala arah? Air memang menyesuaikan bentuk. Tapi juga selalu menekan ke segala arah. Air tak betah hanya ada dalam wadah. Jika ada kemungkinan celah yang bisa diterobos, dia akan menerjangnya. Itulah mengapa air selalu berancang – ancang menekan ke segala arah. Sekali ada kesempatan, dia akan meluncur dengan derasnya, menerjang batas. See, betapa hebatnya air yang selalu mengambil kesempatan, bahkan sudah siap sedia sebelum kesempatan itu hadir.



Wah sepertinya tiga sifat air yang disebutkan saling berhubungan ya? Dari menyesuaikan bentuk, menekan ke segala arah, lalu mengalir dari tempat tinggi ke rendah. Bisa dibilang begitu. Tapi aku bukan ahli fisika. Sifat air bisa ditanyakan lebih dalam pada ahlinya.  Mari lanjut membahas tentang apa yang bisa kita pelajari dari sifat air. Mengalir dari tempat tinggi ke rendah merupakan bentuk kerendahan hati. Dari tempat yang tinggi, air membawa pasukannya menuju tempat yang lebih rendah. Di tempat itu, dia bisa berbagi. Rasanya memang berkaitan ya sifat – sifatnya. Menyesuaikan tempat, lalu menekan ke segala arah, dan mengalir ke tempat tinggi ke rendah. Bayangkan jika manusia bisa seperti itu. Manusia yang adaptif, mempersiapkan diri menerjang kesempatan, lalu berbagi untuk merendahkan hati. Bukankah indah?


Wah, ternyata kita bisa belajar banyak hal dari air. Tentu saja. Bukan kah alam semesta memang tempat kita belajar? Jangan lupa firman Allah dalam surat Al – Alaq ayat 1. Iqra’ yang artinya bacalah. Membaca bukan hanya mengeja aksara. Bisa juga membaca tanda – tanda alam. Mengenal sekitar. Membaca pun juga tidak selalu literally bermakna membaca. Membaca juga berarti meninjau, mengobservasi, memahami. Eits, ini hanya satu benda alam. Baru air. Belum benda alam lainnnya. Setiap benda alam mempunya sifat – sifat yang luar biasa. Kita juga bisa belajar darinya. Kebetulan kali ini aku membahas air, simbol aquarius.



Aku punya pengalaman yang berkaitan dengan air. Pengalaman ini terjadi di kamar mandi kos. Tapi tunggu, harap tetap berpikir jernih ya. Kebetulan kosku berfasilitas kamar mandi dalam. Waktu itu, aku bangun tidur dan ingin segera ke kamar mandi. Betapa kagetnya ketika mendapati bak mandi hanya terisi separuh. Padahal sebelumnya sudah kuisi penuh. Aku heran. Akhirnya kunyalakan kran untuk memenuhi baknya kembali. Setelah selesai urusan dari kamar mandi, aku memeriksa kamar. Kulihat pintunya terkunci. Begitupun jendela. Mustahil ada penghuni kos lain yang memakainya. Sebenarnya tak masalah jika ada yang memakai. Hanya saja ini dalam posisi terkunci. Kuperiksa lagi kamar mandinya. Dan ternyata.. yah itu masalahnya. Ada lubang kecil di bak mandi yang menyebabkan air mengalir keluar. Pantas saja.


Cih, apa yang istimewa dengan pengalamanmu? Begini, ada banyak hal yang bisa kita petik dari pengalamanku. Pertama, mengenai sifat air seperti yang telah disebutkan di atas. Baik, tak perlu dibahas lagi. Sudah basi. Ada persepektif lain yang menarik. Bagaimana jika kita analogikan pengalamanku dengan kepercayaan. Kita buat permisalan, bak mandi sebagai hati, air sebagai kepercayaan, dan lubang itu tetap lubang atau anggap lah kecurigaan. Dengan bak mandi yang besar, kita bisa mengisi air yang banyak. Maka bisa dianalogikan, dengan hati yang besar atau luas kita bisa menyimpan kepercayaan lebih. Tapi sebesar apa pun bak mandinya, ketika ada lubang barang sedikit tetap air itu akan surut. Yap. Sebesar apa pun hati ini. Sebanyak apa pun kepercayaan di dalamnya. Jika ada rasa curiga sedikit saja maka perlahan akan surut kepercayaan itu. Trust me, ini terjadi pada banyak orang. Jangan biarkan ada lubang sekecil apa pun di hatimu.



Well, hanya ini yang bisa aku bagikan di awal usia 20 tahun. Terima kasih untuk kalian yang telah mengalirkan doa – doa kebaikan untukku. Kalau berkenan, boleh mendoakanku tidak hanya di hari kelahiran hehe. Hanya jika kalian berkenan, percuma jika tak ikhlas bukan? Setahun ke depan aku akan menjalani masa dewasaku. Masih awal. Semoga menyenangkan. Semoga senantiasa bersyukur atas nikmat Tuhan. Sampai bertemu di refleksi pertambahan usia selanjutnya. Itu pun jika Allah masih berkenan.

You Might Also Like

0 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram