Dear

14.02




credit to mizanstore.com

Sudi tidak sudi, kau kupanggil Elang. Tentu aku tidak memanggilmu secara nyata. Hanya pada tulisan dan angan saja. Pada kehidupan nyata, aku hanya memanggil namamu seperti biasa. Berhubung ini adalah tulisan, maka kau harus setuju aku panggil Elang.

Hai Elang. Mungkin kau bertanya mengapa aku dengan seenak diri mengubah namamu. Pertama karena aku tidak ingin seorang pun tahu bahwa.... kepadamu aku menyimpan rasa. Mungkin ini aneh. Kebanyakan orang lain bahkan sangat ingin perasaaannya diketahui agar bisa bersatu memadu kasih. Tapi aku tidak ingin. Mungkin malu. Mungkin gengsi. Mungkin takut. Entah, aku tidak ingin siapa pun tahu. Ini rahasia. Alasan kedua tentang elang, ini sangat subjektif. Bagiku, kamu memang seperti elang. Bermata tajam dan berpendirian kokoh. Burung elang memiliki kemampuan untuk terbang hingga ketinggian 10.000 kaki. Waw tinggi sekali ya. Iya, seperti keadaan itu aku sulit menggapaimu.

Apa kabar Elang? Aku selalu berharap kau baik saja. Meski aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan.

“Kuawali hariku dengan mendoakanmu agar kau selalu sehat dan bahagia di sana. Sebelum kau melupakanku lebih jauh. Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh” (Sheila On 7 – Pemuja Rahasia)

Kau mungkin bertanya mengapa bisa aku memilihmu untuk menetap rasa. Aku saja tidak tahu jawabannya. Bukankah cinta itu anugerah? Tuhan sudah menganugerahkan rasa itu padaku. Sebentuk anugerah rasa itu Tuhan alamatkan padamu. Aku harap alasan ini cukup untuk menjawab pertanyaanmu.

Jika kau bertanya seberapa besar rasa yang aku genggam, apakah bisa mengubah keadaan? Haha. Elang, aku menyimpan rasa itu sebesar aku berusaha menutupinya pada siapa pun. Hingga surat ini kutulis, belum seorangpun tahu tentang rasaku.

Elang, aku ingin saja seperti mereka yang mampu melebur bersama dalam kehidupanmu. Berbagi tawa dan derita. Kita memang berada pada satu lingkaran. Sayangnya lingkaran ini hanya menyamakan, bukan mendekatkan keadaan. Aku begitu ciut melihat tawa lepasmu bersama teman – temanmu. Seolah pada tawa itu aku tahu, kau cukup bahagia tanpa hadirku. Tidak membutuhkanku. Terlebih ketika aku tahu kau dengan bangga memperkenalkan perempuanmu. Kau sukses membuat hatiku remuk. Hancur berkeping hingga aku lupa untuk merekatnya kembali. Katanya, kau berjuang berulang kali untuk mendapatkannya. Aku tersenyum saja mendengar cerita perjuanganmu. Mungkin aku memang bukan perempuan yang pantas untuk kamu perjuangkan. Sesekali aku tertawa, seolah merasa aku baik saja.


Jika memang kau bangga dan bahagia bersama peremuanmu, tak mengapa. Mungkin sudah saatnya aku melepas rasa ini. Meski berat. Bagiku, mencintaimu adalah rasa yang paling damai. Cinta ini tidak menggebu, obsesif ataupun posesif. Mengalir halus dan terjadi setiap saat. Mencintaimu adalah nafas bagiku. Jika nafas itu harus kusudahi, mungkin aku juga harus memulai hidup baru dengan nafas berbeda. Tapi segera kabari aku jika kau selesai hubungan dengan perempuanmu. Aku akan kembali pada nafas yang lama.

“Well, I try to live without you. The tears fall from my eyes
I'm alone and I feel empty. God, I'm torn apart inside”
(Miley Cyrus – Stay).


PS : kau tidak perlu tahu siapa aku.



Tulisan ini diperuntukkan mengikuti lomba menulis surat cinta  secret admirer yang diselenggarakan oleh Bentang Pustaka.

You Might Also Like

5 komentar

  1. elang apa elang(bahasa madura).apa ceritanya berdasarkan kisah nyata?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di blog itu tertulis elang memiliki kemampuan terbang hingga ketinggian 10.000 kaki. Ini elang burung. Tapi bisa juga berarti elang bahasa madura, dia hilang dari hidupku hehe. thanks for visiting my blog

      Hapus
    2. berarti kisah nyata dong?
      oke g sama",aku juga pengen liat karya tulismu,gmn sih cerita buatan orang yg tulisannya diterima dijepang.

      Hapus
    3. kalau aku baca lg elang yg bisa terbang 10rb kaki itukan cuma gambaran dr laki-laki itu? terus ini ceritanya lolos lomba?

      Hapus
  2. Iya sih dari kisah nyata haha. Ini gak lolos haha.

    BalasHapus

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram