Merekat Luka

23.37

Hai, masih ingatkah dengan hati yang terluka? Sore ini aku coba mengobatinya. Aku coba menyusuri berbagai emosi. Peranku seperti biasa, orang ketiga. Layaknya kamera, aku merekam dan mengamati berbagai peristiwa, meliputi emosinya.

Mengobati luka hati dengan berpindah?



Aku labil, kuakui. Anggap saja aku atom yang tak berpasangan. Selalu aktif bergerak mencari plus minus kehidupan.  Entah kehidupan macam apa yang aku cari. Setelah kutelusuri semua bertipe sama. Kebahagiaan bukan dicari, tapi diciptakan. Seperti kata guru favoritku dulu. Tinggal bagaimana kerelaan individu untuk terlibat.


Mencari tahu banyak hal untuk menentukan pada hati mana aku akan berlabuh. Pada rumah mana aku akan pulang. Elemenku masih terus mengembara, akan terus berlanjut. Mengobati luka hati yang lama dan dalam. Aku tak bisa terus menyalahkan orang lain. Apa lagi orangtua. Maka izinkan aku untuk dewasa.


Hai luka hati. Seberapa lebar pun kau hadir lagi, aku ingin sembuh. Meski bekas goresannya akan abadi. Aku ingin memperbaiki. Bukankah manusia ingin bahagia, agar kelak meninggalkan dunia dengan senyuman.

You Might Also Like

0 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram