Bicarakanlah Sebelum Terlambat [Hari Kesehatan Dunia: Depresi]

02.00

Poster edukasi WHD tentang depresi Farmasi X Psikologi UNAIR



7 April  2017 kemarin, merupakan hari kesehatan dunia. Tema yang diusung WHO tahun ini adalah depresi. Kita semua tahu bahwa depresi bukanlah penyakit fisik, melainkan mental. Depresi menjadi perhatian dunia, tentu saja. Meskipun bukan penyakit fisik, tapi depresi bisa mengantarkan kita pada penyakit fisik, bahkan kematian atau bunuh diri. Bayangkan saja, orang yang depresi. Dia tidak memiliki semangat hidup, tidak nafsu makan, mengurung diri, well bagaimana bisa sehat kalau makan saja tidak nafsu. Sedangkan kita tahu, makan adalah jalan masuknya asupan nutrisi untuk tubuh kita. Kadang orang yang sudah makan bisa saja sakit, apalagi yang tidak makan.



Memperingati hari kesehatan dunia, kami (saya dalam konteks BEM KM Psikologi UNAIR). dan BEM Farmasi UNAIR merayakannya bersama. Rencana ini sudah dibicarakan sejak awal pembentukan proker. Kira - kira itu bulan Februari kemarin. BEM Farmasi yang punya inisiatif melaksanakan kampanye hari kesehatan dunia. Mereka bilang tahun ini tema dari WHO adalah depresi. Mereka meminta bantuan dari BEM Psikologi untuk turut serta menyemarakkan hari penting itu. Alasannya karena depresi sendiri adalah "makanan sehari - harinya" orang psikologi. Maksudnya, orang psikologi lah yang lebih paham mengenai materi depresi. Kalau dari sisi farmasi, yang dibahas lebih banyak pada obat antidepresannya. That's why, maka terjadilah kesepakatan merayakan bersama hari kesehatan dunia pada hari MInggu tanggal 9 April 2017.

 
ACT WHD: Farmasi X Psikologi

Entah, waktu bergulir begitu cepat. Padahal persiapan sejak awal semester. Sampai mendekati seminggu sebelum acara. Ada pembekalan mengenai materi depresi. Pematerinya adalah Bu Wulan, dosen dari departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental. Beliau sudah punya banyak pengalaman menangani depresi. Beliau juga menjadi salah satu konselor di UPP (Unit Pelayanan Psikologi). Sore itu Farmasi squad datang ke PMPM Psikologi, mendengarkan materi dari Bu Wulan. Di situ saya melihat hal ajaib. Mungkin tidak ajaib bagi kalian. Orang non psikologi, yang bela - belain setelah kuliah farmasi yang aduh sulitnya ajib sekali, belajar materi tentang depresi. Semoga setelah dapet materniya gak malah depresi ya hehe. Tapi mereka antusias sekali. Terbukti dari banyaknya yang melontarkan pertanyaan. Saya salut sama semangat belajar mereka. Para mahasiswa yang harus nulis laporan tiap malam atau preskripsi yang apalah  apalah.

Pembekalan materi depresi bersama Bu Wulan


Pembekalan sudah, tinggal menunggu hari H. Ternyata masih ada simulasi juga. BEM Psikologi diundang ke SC Farmasi untuk simulasi acara peringatan hari kesehatan dunia. Dari penjelasan ketua panitia, kami akan long march terlebih dahulu sepanjang CFD Darmo kemudian kami disebar ke beberapa area dalam kelompok - kelompok. Tugas dari tiap kelompok adalah memberikan KIE (konseling informasi edukasi) kepada masyarakat sekitar mengenai depresi. Setelah itu baru sasarannya diajak main game dan diberi reward coklat. Kalo pun tidak mau main game, tetap diberi coklat. Mbaknya sudah mewanti - wanti kumpul jam setengah enam di McD Darmo.  Karena itulah, kami pasukan psikologi berinisiatif kumpul terlebih dahulu di fakultas tercinta lalu berangkat bareng ke lokasi.


Jujur, saya takut menghadapi kampanye ini. Pertama, takut tidak bisa bangun pagi (it's a big deal). Kedua, saya benar - benar merasa cemas untuk menghadapinya. Tidak mudah bagi seorang introvert berhadapan dengan orang asing kemudian berbicara mengenai hal yang mungkin asing bagi lawan bicara saya. Tapi bagaimana pun juga saya memiliki tanggung jawab. Yah, mau tidak mau harus dihadapi. Tempur saja.


Ternyata kecemasan saya tidak menjadi masalah besar. Tidak seburuk ekspektasi saya. Berkenalan dengan teman - teman dari Farmasi, bertemu dengan orang - orang awam dan berbicara mengenai depresi. Kampanye ini dimulai dengan long march. Sepanjang perjalanan kami menyanyikan lagu Totalitas Perjuangan, lagunya mahasiswa kalo turun ke jalan. Sesekali juga meneriakkan "Selamat Hari Kesehatan Dunia. Mari Hidup Sehat. Jangan Lupa Bahagia". Bayangkan betapa self esteem kami diuji melewati ribuan manusia yang sedang CFD-an. Mereka melihat kami beraksi. Well said, UNAIR punya nama beken di ibukota Jawa Timur ini. Sempat juga bersinggungan dengan almamater lain. Di situ deh muncul kebanggan, "Aku Arek Uner Cak!". Tapi gak penting apa almamaternya, yang penting bakti kita sama negeri.


 
Long march: Totalitas perjuangan!
Selesai long march kami berpencar ke area masing - masing dengan kelompok. Mulailah di sini kami mencari subjek untuk KIE. Subjek pertama kelompokku adalah bapak paruh baya. Kemudian yang kedua ibu muda. Yang selanjutnya baru greget.. remaja! Kenapa greget? Karena remaja lebih terbuka pada kelompokku sih. Kalo bapak atau ibu mungkin karena kami lebih muda jadi kesannya gak mau digurui. Jadilah mereka agak berjarak kepada kami. Ini kelompokku aja sih. Kelompok lain ada yang berhasil KIE sama bapak - bapak ibu - ibu kok. Remaja masalahnya gak jauh - jauh seputar nilai sekolah, dimarahi ortu, dan.. pacaran. Well, saya gak perlu menceritakan masalah mereka karena ini rahasia. Bagi saya remaja adalah masa penting, masa di mana pijakana itu tumbuh. Pijakan itu bisa kuat atau rapuh tergantung bagaimana kita memupuknya. Tugas kita sebagai orang dewasa mendukung secara positif pemupukannya.

 
Area 3 Kelompok 4

Well, apa pun masalahmu.. ceritakanlah pada orang yang kamu rasa nyaman. Jangan memendamnya sendirian karena pasti akan berat. Jika kamu bukan tipe orang yang mudah bercerita, ungkapkan dalam tulisan. Jika tidak, lakukan apapun yang tidak membahayakan dirimu asalkan bisa mengurangi beban masalah. Yang terpenting, kamu harus punya faktor protektif, seperti keluarga, teman, agama, pasangan, yang bisa melindungimu saat dilanda masalah agar terhindar dari depresi.

Berbahagialah :) Allah bersama kita.

You Might Also Like

0 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram