Menantang Kreativitas Bersama IDN Times

20.59

Sudah tahu IDN Times? Rasanya sudah banyak yang tahu ya, apalagi kalangan milenial. IDN TImes adalah platform yang menyuguhkan berita terkini, info menarik, tips, maupun gosip artis yang lagi hot. Bahasanya mudah dimengerti, ngalir, dan kekinian karena memang IDN Times menyesuaikan dengan karakter milenial. Selain menjadi pembaca, kamu juga bisa lho berkontribusi menjadi community writer di IDN Times. Aku sendiri merupakan salah satu community writer di IDN Times. 

sumber



Gimana sih rasanya jadi community writer di platform hits-nya milenial?

Awalnya aku menemukan sebuah post dari IDN Times berupa cerpen. Aku tertarik. Wah media apa nih kok nerima cerpen, pikirku. Aku emang hobi nulis, mulai dari artikel, puisi sampai cerpen. Aku coba cari tahu caranya kontribusi tulisan ke IDN Times. Namun, saat itu aku masih mengurungkan niatku. Kok pake sign up dulu?   Jadinya batal deh. Biasanya jika aku berkontribusi ke media cukup mengirimkan tulisan via email, selesai. Tapi di IDN Times, kita harus sign up dulu agar punya akun dan bisa menjadi community writer.

halaman login IDN Times


Well, setelah batalnya aku mendaftar jadi communty writer, aku tetap menjadi pembaca setianya. Karena memang kontennya selalu menarik dan up to date. Bukan tipikal media klikbait yang judulnya apa, isinya apa. As you know, banyak kan media yang judulnya heboh tapi pas dibuka ternyata isinya halah. Keteguhanku berubah setelah bertemu dengan teman sepermagangan, dimana dia adalah salah satu community writer di IDN Times. Dia cerita tentang IDN Times dan seluk beluk menjadi community writer. Sering juga di sela-sela waktu magang dia menyempatkan nulis artikel untuk IDN Times. Namanya Putri Aisya, dia pernah jadi salah satu top 10 writers di IDN Times. Wih, ini yang namanya belajar dari sang ahli.


Setelah dapat pencerahan dari Putri, aku memantapkan diri untuk menjadi communty writer di IDN Times. Ternyata proses sign up-nya gampang banget. Bisa via email atau facebook. Aku coba sign up dan selesai, gak lama. Aku sudah punya pemikiran sih, topik apa yang akan jadi tulisan pertamaku di IDN Times. Kebetulan waktu itu ada promo poin di bulan April yang bertepatan dengan bulannya Kartini. Maka, setiap artikel terbit yang menulis topik perempuan akan mendapat 100 poin. 


Apa sih gunanya poin itu?

Poin disini bisa ditukar dengan uang. Iya, uang. Asik kan, menulis dan dibayar. Minimal redeem adalah 2500 poin dan mendapat Rp250.000. Ketentuannya adalah 100 view untuk 1 poin. Jadi, untuk mendapatkan 1 poin artikelmu harus dibaca oleh 100 orang. Kasarannya begitu. Mungkin ada yang pesimis, wah 100 view untuk 1 poin, kapan nyampe 2500? Jangan khawatir, IDN Times selalu ada promo poin tiap bulannya. Dengan promo poin itu, kamu bisa dapat poin yang memungkinkan untuk mencapai 2500 atau bahkan lebih. Tinggal gimana kita nulis sekreatif mungkin biar lolos kurasi.

Seperti apa sih tipikal artikel di IDN Times?

Ada 2 jenis tulisan di IDN Times yaitu listicle dan narasi. Listicle itu artikel yang menyediakan list atau poin-poin. Misal, ini listcle tulisanku 15 Destinasi Wisata Alam Probolinggo yang Jarang Orang Tahu. Di artikel itu aku menjelaskan tiap destinasi dari poin-poin. Dan yang paling penting di judulnya ada angka, itu semacam eye catchy untuk sebuah judul. Selain itu ada narasi, seperti artikel biasa. Menjelaskan sesuatu lewat paragraf. Ini contoh artikelku yang narasi Apapun Keinginanmu Setelah Lulus Kuliah Nanti, Lakukan dengan Sungguh-sungguh. Kita juga bisa kirim cerpen atau puisi pada jenis artikel narasi.


Hal yang paling aku gak nyangka adalah saat pertama kali nulis di IDN Times, artikelku masuk Line Today coba. Waw. Aku merasa sangat amaze. Sudah kubilang, IDN Times memang platform yang populer dan jangkauan pembacanya luas. Bukan hal yang mustahil kalo misal nanti artikelmu jadi trending atau bahkan masuk ke Line Today. Setelah itu aku jadi merasa tertantang untuk mengasah kreativitas menulis di IDN Times. Karena memang gak semua artikel bisa lolos kurasi. Ada juga beberapa artikelku yang sampe saat ini masih pending review. Yah sepertinya emang gak lolos sih, hehe. Tapi bukan masalah, dengan begitu aku jadi memperbaiki lagi tulisanku agar bisa nyaman dibaca :)

amazing 


Yang penting, tetap nulis. Berbagi ide dan kebermanfaatan. Tidak usah pusing memikirkan poin, anggap saja itu bonus akhir dari upaya kita menggerakkan literasi. Yuk tantang kreativitasmu bersama IDN Times :D


You Might Also Like

6 komentar

  1. pernah nulis di sana kalau gak salah saat ada lomab menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weh sama juga dong nulis di idn 😀 kuylah ikutan lomba ngeblog juga kali aja rezeki hehe

      Hapus
  2. Iya mba sekarang klo ngirim tulisan ke media selain email kita perlu daftar dulu. Saya juga suka idn karena suka ada berita tentang artis koreanya hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya enak juga sih kalo pake akun karena semacam kita punya track record gitu hehe. IDN emang banyak koreaannya hehehe, saya juga pernah nulis tentang korea juga di IDN :D

      Hapus
  3. sekarang mh idn times lebih sulit, gk ada promo poin lg adanya kompetidi menulis gt mba jd susah dpt poin bnykny jg :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, promonya harus 3 atau 5 artikel sekarang :(
      curhatan para community writer :"

      Hapus

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram