Suroboyo Bus, Moda Transportasi Apik dengan Metode Pembayaran Unik

16.37


Sejak tanggal 7 April 2018, jalanan Surabaya memiliki teman baru. Siapa teman baru itu? Dia adalah si merah bernama Suroboyo Bus. Peluncuran Suroboyo Bus persembahan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, menjadi sarana transportasi massal bagi masyarakat Surabaya. Begitu Suroboyo Bus resmi diluncurkan oleh walikota Bu Risma, warga Surabaya begitu antusias mencoba si merah ini. Saat awal-awal peluncuran,  Suroboyo Bus dipromosikan dengan gratis tiket transportasi. Lalu setelah masa promonya selesai, tentu saja harus bayar untuk naik Suroboyo Bus. Eh, tapi ada yang unik dari segi pembayarannya. Bayar Suroboyo Bus gak pakai uang dalam bentuk apa pun. Kita bisa menikmati Bus Suroboyo dengan menukarkan gelas atau botol plastik bekas sebagai ganti tiketnya. Begini ketentuan tiketnya:
ketentuan penukaran sampah botol. [sumber instagram.com/suroboyobus]


Kita bisa bawa gelas atau botol plastik bekas saat akan naik Suroboyo Bus. Alternatif lain, nabung botol sampai banyak lalu tukarkan semuanya untuk mendapatkan kartu setor sampah. Per kelompok botol plastik (3 botol besar, 5 botol sedang, 10 gelas plastik), akan mendapatkan satu stiker yang berguna untuk tiket naik  Suroboyo Bus. Sampai saat ini, tempat penukaran botol plastik baru ada di 2 tempat,  yaitu terminal Purabaya dan halte Rajawali. Setelah menyetor sampah atau menunjukkan stiker, di dalam bus nantinya kita akan mendapatkan e-tiket. E-tiket ini bisa digunakan untuk naik  Suroboyo Bus lagi, berlaku hingga 2 jam. Jadi gak perlu tukar sampah lagi, cukup tunjukkan e-tiket ke mas atau mbak helper. Ribet kah? Mungkin kelihatannya iya, tapi coba aja sekali naik Suroboyo Bus. Dijamin akan merasakan pengalaman yang seru, dan bikin nagih juga.

E-tiket Suroboyo Bus [dokumen pribadi]


Helper yang siap sedia membantu penumpang [dokumen pribadi]



Aku sendiri baru-baru ini coba naik Suroboyo Bus. Ketika awal-awal peluncuran memang baru tersedia untuk rute Surabaya utara-selatan. Sedangkan aku adalah warga airlangga united alias arek unair, yang mana termasuk dalam wilayah Surabaya Timur. Nah, sejak 5 September 2018 Rute  Suroboyo Bus bertambah lagi untuk area barat-timur. Bertepatan pula dengan munculnya teman baru lagi, si kuning bus tumpuk yang beroperasi di jalur Surabaya utara-selatan. Kebetulan sejak pertengahan September aku ada kegiatan hingga beberapa minggu ke depan di Jatim Expo. Aku memanfaatkan Suroboyo Bus ini sebagai sarana transportasi hemat dan ramah lingkungan.

Sebenarnya aku sudah nabung banyak botol plastik bekas untuk ditukarkan. Akhirnya,  hari Kamis 20 September kemarin aku bawa botol-botolnya ke terminal Purabaya dan ditukarkan dengan kartu setor sampah. Setelah dihitung sebenarnya aku dapat 5 stiker, tapi bapak petugasnya baik banget. Beliau memberiku bonus 2 stiker. Jadinya aku dapat 7 stiker! 


kartu setor sampah. [Dokumen pribadi]



“Gak papa mbak, buat kuliah ya. Saya juga dulu kuliah, jadi tau gimana susahnya kuliah.”

Terharu aku tuh, bapak semoga dilancarkan rezekinya.     

Setelah menukarkan sampah, langsung aku mencoba Suroboyo Bus. Letak parkirnya berdekatan dengan lokasi penukaran sampah plastik, yaitu di pintu keluar bus kota terminal Purabaya. Kebetulan yang terparkir saat itu adalah si kuning bus tumpuk. Aku langsung naik dan memilih duduk di lantai 2.
 
Lantai 2 bus tumpuk [dokumen pribadi]



Kalau di bus tumpuk duduknya bebas. Sedangkan kalo di si merah, ada ketentuan kursinya sendiri sesuai warna. Kursi warna merah untuk tempat duduk penumpang prioritas, pink untuk perempuan, dan oranye adalah kursi umum.

Naik bus tumpuk ada sensasi tersendiri, terutama kalo duduk di lantai 2. Karena posisinya tinggi, kita bisa leluasa memandang jalanan dari ketinggian. Duduk di lantai 1 asik juga, karena sejajar dengan kendaraan lainnya sehingga bisa merasakan sensasi yang sama dengan moda transportasi lain. Bedanya, naik  Suroboyo Bus kita bisa duduk nyaman, aman, dan gak perlu capek nyetir. Saking aman dan nyamannya Suroboyo Bus, ada yang sambil belajar dan bahkan anak-anak sampai bisa bermain di dalam bus ini.

Memandangi jalanan dari ketinggian [dokumen pribadi]

bus atau playground? [dokumen pribadi]




Rute Suroboyo Bus yang biasa aku lalui adalah dari Halte Ubhara ke Halte Unair. Halte Ubhara masuk jalur selatan-utara, sedangkan Halte Unair di jalur barat-timur. Aku biasanya berhenti di halte connecting untuk pindah jalur, peta haltenya bisa cek di instagram @suroboyobus. Selain itu untuk memudahkan melacak Suroboyo Bus terdekat, Dinas Perhubungan Kota Surabaya meluncurkan aplikasi android yaitu Gobis. Aplikasi ini cukup akurat untuk melacak bus dan halte terdekat, sinkron dengan google maps. Jadi, tidak perlu menunggu bus terlalu lama. Kalau busnya masih jauh, bisa santai dulu.

Suroboyo Bus berbagai koridor. [Aplikasi Gobis]

Melacak bus terdekat dari lokasi terkini. [Aplikasi Gobis]




Lucunya juga ketika Suroboyo Bus lewat, mampu menarik perhatian orang-orang. Bahkan ada yang sampai mengabadikan momen dengan memotret Bus Suroboyo menggunanakan gawainya. Sepertinya memang Suroboyo Bus ini menjadi kebanggan warganya. Bagaimana tidak, bus  yang apik,  dan cara pembayaran yang unik. Naik Suroboyo Bus, transportasi masa kini kebanggaan Surabaya. Yuk, belajar eco life dengan naik transportasi umum yang sekaligus turut partisipasi mengolah ulang sampah plastik.


You Might Also Like

8 komentar

  1. Waaah aku baru denger loh ada sistem begini. Pengen naek bus juga sambil ikut konstribusi dalam pengurangan limbah botol plastik hehee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya nih inovasi barunya pemkot Surabaya :D

      Hapus
  2. ini sistemnya unik, menarik, dan bikin iri warga kota lainnya. haha... saya sendiri iri sekali.

    Surabaya berbenah banyak ya, program tukar tiket dengan botol plastik misalnya membiasakan warga agar menjaga lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mas, ga usah iri.. langsung aja ke Surabaya :D

      Alhamdulillah, iya. Butuh edukasi jangka panjang untuk membiasakan menjaga lingkungan, salah satunya ya ini.

      Hapus
  3. Serunyaaaa. Apalagi bayar tiketnya pake botol plastik. Trus ada bus tumpuknya juga. Duh, wisatawan boleh nail nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dong, asalkan bawa botol plastiknya :D

      Hapus
  4. Wah, keren ide bayar pakai gelas/botol plastik gitu.
    Tapi wisatawan yang kebetulan lagi di Surabaya dan nggak punya (((punya))) botol plastik jadi nggak bisa naik ya. Mudah2an ke depannya ada solusi ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap semoga ada opsi lain, meski tujuan utamanya ngurangin sampah plastik sih. Mungkin e-money, kali aja :)

      Hapus

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram