About Me

Seorang gadis kecil (baca : pendek), pemimpi, pengkhayal, punya dunianya sendiri yang susah ditebak orang lain. Seorang penulis (yang naskahnya berkali-kali ditolak), pengamat novel, pengamat film, pengamat politik (wessseleh, omong doang). Gadis kecil yang suka berpetualang. Tapi dalam petualangannya lebih suka dilakukan sendiri. Alasannya : "aku punya dunia sendiri, belum tentu orang lain juga suka sama apa yang aku tuju".

Cewek imut (sekali lagi, baca:kecil, pendek) yang berasal dari Mataram (MAdura TAnah gaRAM).  Sempat berpikir bahwa hidupnya hanya akan berputar di sekitar Sampang, Madura, Jawa Timur, Indonesia. Tapi itu berubah semenjak dia mencalonkan diri menjadi siswi MBI Amanatul Ummah. Dan akhirnya sah diterima sebagai murid baru. Benar - benar baru. Dari sampang mencolot ke Pacet Mojokerto. Ibarat pribahasa, asam di gunung, garam di laut. Sampang, dekat dengan laut. Jarak rumahnya dari pantai sekitar 10 km (pantai Camplong). Pacet, daerah wisata pegunungan, tepatnya dasa Kembang Belor, dusun Belor, berada di perut gunung Welirang. Dari laut, terlempar ke gunung dan tersesat hingga tak tahu arah jalan pulang (Rumor, peace!)

Berawal dari situlah, cewek yang udah bosen pake behel ini mulai mencoba tuk meralisasikan mimpi - mimpinya. Suasana pegunungan yang tenang, teman - teman yang seideologi, guru - guru yang bersahabat, mendukungnya untuk berani bermimpi besar. Lumayan banyak juga yang dari Madura. Tapi sayangnya, secara spesifik gak ada yang dari Sampang. Ada sih, tapi dari desa Torjun. Dan masalah sepele lainnya, gak bisa bahasa jawa. Tapi setahap demi setahap bisa belajar dengan lingkungan langsung tentang bahasa dan budaya jawa.

Kini usianya di Mbi tinggal menghitung bulan. Dan mulai bersiap untuk menghadapi dunia luar yang lebih luas serta kenyataan yang sesungguhnya. Entah ke mana langkahnya akan bertaut setelah dari perut gunung Welirang. Banyak mimpi besar yang tak tahu ke mana Tuhan menakdirkannya. Apakah masih diberikan kesempatan untuk menghirup nikmatnya oksigen ataukah cerita hidupnya berhenti karena sebuah panggilan.Wallahu a'lam.

____________________________________________________________________________




Tulisan di atas adalah ketika saya masih kelas 11. Maklum, masih usia segitu jadi agak bergejolak hehe. Sekarang saya sudah berumur 19 tahun (Lihat posting ini). Alhamdulillah diterima sebagai mahasiswa Psikologi UNAIR, melalui jalur SBMPTN. Yeay! Tentu dengan segenap perjuangan. Langkah selanjutnya, meneruskan perjuangan itu.

Let me tell my self.

Ini untuk semakin mengenal saja, meskipun sebelumnya udah sih.

Nama saya Tsurayya Maknun. Biasanya dipanggil Inun. Pernah dipanggil Maknun, gara - gara  guru kelas 1 SD dulu langsung mengambil kesimpulan bahwa saya dipanggil Maknun. Gak tau kenapa langsung berkesimpulan seperti itu. Mungkin kalau manggil Tsurayya kesulitan, harus monyongin bibir dulu hehe. Jadilah semua teman SD saya manggil Maknun. Untunglah waktu SMP berhasil mengembalikan nama saya. Tapi waktu kelas 9 saya dipanggil Ayya. Ini juga ulah wali kelas. Gara - gara beliau merasa bahwa saya lebih pantas dipanggil Ayya daripada Inun. Jadilah temen sekelas manggil saya Ayya. Tapi untuk selanjutnya kembali lagi, saya dipanggil Inun. Yah... you can call me each of them, my name.

Mungkin ada yang asing dengan nama "Tsurayya". Atau bahkan sangat merasa bahwa Tsurayya adalah nama yang pasaran. Well, saya sendiri penasaran dengan arti nama itu. Tsurayya Maknun adalah nama yang diberikan oleh almarhum kakek saya. Saya sempat bertanya pada beliau perihal arti dari Tsurayya, dan katanya Tsurayya adalah bintang, nama sebuah bintang. Ada pepatah Arab "Kun rajulan rijlahu fi tsara wa himmatuhu himmatan fi tsurayya", artinya jadilah orang yang kakinya menginjak bumi dan cita - citanya menggantung setinggi (bintang) tsurayya. Tsurayya adalah gugusan bintang tertinggi di angkasa, wuahh. Sedangkan Maknun yang saya cari sendiri artinya di Al - Quran terjemahan adalah terjaga, tersimpan dengan baik. So? Bintang yang terjaga?



Anak kedua dari 4 bersaudara, dengan jarak usia berdekatan. Kebayang gimana ramenya rumah? Enggak kok. Ramenya pas momen lebaran, di saat semuanya kumpul. Kakakku kuliah di UNEJ, Jember, adikku yang pertama mondok di Pacet. Aku sendiri, kuliah di Surabaya. Jadi sisa satu anak doang di rumah haha.


Saya suka nulis. Lebih tepatnya menulis sesuatu yang bebas. Sebut saja cerpen, puisi, novel belum nyampe sih, gak kelar - kelar soalnya. Kesukaan menulis berawal dari suka membaca. Meskipun saya bisa membacanya telat banget dibanding anak lain. Saya baru bisa baca kelas 1 akhir. Mungkin karena rasa penasaran untuk bisa membaca akhirnya yang membuat saya suka baca. Mungkin perlu saya pertegas. Saya suka baca dan nulis sesuatu yang bebas, bukan ilmiah hehe. Tapi tentu saja sebagai anggota akademik saya dituntut membaca literatur ilmiah. Untuk membaca sih oke. Tapi menghasilkan karya tulis ilmiah sih belum. Yah semoga saja bisa belajar untuk menulis ilmiah.


Internet banget. Iya, alasan itu yang membuat saya memilih kosan yang free wifi. Soalnya kalo gak ada internet, apa lagi hiburannya? Saya gak terlalu suka nonton tv. Hiburan saya selama ini adalah youtube. Yoi, mulai dari vidoe kocak milik bayu skak, indovidgram, #gapentingsih, LDP, video klip musik bahkan sampe belajar lewat youtube. Maklum, saya orang visual. Dan worth it banget kalo lagi ngerjain tugas. Gak perlu cari sinyal wifi di cafe.


Sekarang lagi sibuk apa? Lagi nulis postingan ini hehe #garing. Selain kuliah, saya juga tergabung di beberapa organisasi dalam dan luar kampus. Kalau yang internal kampus, saya terdaftar sebagai salah satu anggota departemen Pengabdian Masyarkat BEM KM  Psikologi UNAIR dan juga anggota departemen Humas dan Media di SKI (Sie Kerohanian Islam) Psikologi UNAIR. Eh ada juga komunitas parapsikologi, di situ saya belajar meditasi dan penerapan psikologi transpersonal. Sedangkan yang di luar kampus itu FORMARA ( Forum Mahasiswa Madura) meski sebenernya saya jarang aktif di situ karena bentrokan jadwal dengan intern kampus.


Tertarik sama banyak hal. Meski gak ahli sih, masih belajar aja. Saya lagi belajar desain juga. Desain grafis dan (dasar pake banget) desain web. Lumayanlah, kalau lagi mau ada publikasi, teman - teman  Pengmas (Pengabdian Masyarakat) minta tolong saya untuk bikin poster. Emang gak sesempurna desainer ahli. Tapi, namanya juga belajar. Tertarik fotografi juga, tapi gak punya kamera -__-, sementara cuma berusaha moles foto via editing. Satu lagi, tertarik sama bahasa asing. Alasannya, cause I wanna see the world. Kata Gus Dur bahasa adalah kunci dunia. Jika menguasai bahasa suatu kaum, maka kamu bisa menguasai kaum itu. Ingin melihat dunia, pergi ke luar negeri. Bukan hanya untuk melanjutkan studi, tapi juga traveling dan tadabbur alam. Mempelajari secara langsung banyak budaya dunia. Hei satu lagi... aku punya cita - cita (lebih pantesnya keinginan sih) untuk melihat secara langsung aurora. Entah aurora austrialis ataupun aurora borealis, kalu bisa keduanya sih hehe.


Banyak hal yang terjadi. Entahlah, yang saya tahu hidup itu dinamis. Mungkin saja tulisan tentang about me akan berubah lagi. Tapi sementara ini, this is me. Orang yang memilih mendalami Psikologi, meski mengalami banyak kesulitan dalam mempelajarinya. Psikologi bukan sekedar -apa tipe kepribadianmu- tapi banyak banget teorinya selain itu. Dan saya harus memahami semuanya. Doakan semoga saya bisa benar - benar memahami agar nantinya mampu menerapkan apa yang sudah saya pelajari. Semoga menjadi barokah dan manfaat, aamiin.  Your next psychologist, author gonna be, writer on going :) dan semua mimpiku, semoga tercapai.















My Instagram

Instagram