Kok Bisa Voluntir Ke Vietnam?

15.18

Dari pertengahan  hingga akhir (11-23) November 2018, saya mengikuti kegiatan voluntir selama 2 minggu di Ho Chi Minh, Vietnam.


the volunteers
Bagaimana caranya?
Dananya dapat dari mana?
Sama siapa?

Iya itu memang pertanyaan yang sering sekali diajukan kepada saya. Baiklah, saya akan berbaik hati untuk berbagi. Barangkali ada yang juga suka kegiatan voluntir seperti ini.
Sebelumnya, harus diketahui dahulu dan perlu saya tekankan bahwa: ini kegiatan voluntir, suka rela. Kalo mau ikut silakan, tidak ikut juga tidak apa-apa. Dan, ini yang paling penting, kegiatan ini TIDAK DIBAYAR,  justru kita yang MEMBAYAR untuk biaya akomodasi. Harus bold dan caps lock karena untuk urusan duit, paling sering ditanyakan. 


Well, langkah awal untuk mengikuti adalah apply ke websitenya di IVHQ. Kita akan sign in terlebih dahulu, membuat akun di sana kemudian, mengisi data diri dan sebagainya.  Setelah itu masuk ke tab applying, kita bisa memilih negara dan program yang tersedia. Ada banyak negara dan program yang bisa dipilih, sesuaikan dengan minat dan kemampuanmu. Saya kemarin, memilih negara Vietnam dan program Special Needs Care. Saya memilih Vietnam dengan pertimbangan:
1. Masih kawasan ASEAN, tidak perlu visa (tidak ada tambahan dana untuk visa)
2. Fee program terjangkau
3. Termasuk negara yang masih terjangkau (kurs Rupiah lebih tinggi daripada Dong)
4. Menyediakan program special needs care.
5. Tertarik sama sejarahnya :D


 Atas pertimbangan tersebut, saya memilih Vietnam. Saya apply dari awal tahun 2018. Sengaja memilih (awalnya) berangkat Agustus. Namun, kemudian saya undurkan ke bulan November. Alasannya, karena tabunganku belum cukup hehe. Sebenernya bisa saja apply dan berangkat dalam waktu berdekatan asal ada duitnya. Untungnya IVHQ cukup fleksibel untuk jadwal para voluntirnya.


Apa saja yang diisi saat apply?
Well, biasa sih seperti data diri, pilihan program dan negara, serta semacam short essay tentang alasan kenapa ingin voluntir, kenapa memilih negara atau program tersebut. Saya sih jujur di esai itu, saya pilih Vietnam karena program fee-nya terjangkau, lalu memilih special needs care karena latar belakang pendidikan saya psikologi majoring psikologi pendidikan dan perkembangan.  Lalu klik submit dan tunggu ada email approval. Setelah dapat email bahwa apply kita diterima, kita akan diarahkan untuk membayar registration fee dan program fee. Tidak harus langsung dibayar saat itu juga. Setahu saya ada jatuh temponya, kalau tidak salah satu bulan sebelum keberangkatan. More info silakan cek sendiri di webnya. Serta tidak lupa melenngkapi berkas-berkas lain seperti visa (jika diperlukan), police certificate (SKCK internasional), asuransi perjalanan dan vaksinasi. Kenapa perlu berkas-berkas itu? Ya karena  mau ada kegiatan di luar negeri, untuk mencegah sesuatu hal buruk terjadi.

halaman web ivhq.com


Apa bedanya registration fee dan program fee?
 Registration fee dibayar untuk biaya pendaftaran dan training online sebelum keberangkatan. Jadi, sebelum berangkat kita diberikan semacam training untuk sedikit mengenali bentuk kegiatan dan budaya negara tujuan, etika voluntir dan sebagainya.

Program fee untuk membiayai kegiatan setelah berada di sana. Program fee meliputi akomodasi, makan dan transportasi untuk kegiatan. Jadi, selama di negara tujuan sudah ada tempat tinggal, disediakan makan dan transportasi juga :D


Mahal ih, dapat duit darimana coba?
Ya tergantung bagaimana cara memandang sesuatu sih. Kalo memandangnya nominal, ya mahal. Kalo yang dipandang nilai, angka tersebut termasuk value for money. Saya sih, dapat duitnya dari beberapa hal. Iya butuh usaha emang. Ini beberapa cara saya mendapatkan dana:
1. Nabung
2. Mengajukan dana delegasi ke kampus (mumpung masih mahasiswa)
3. Jualan barang bekas atau reseler (ini gak terlalu sih, agak tidak bakat jualan hehe)
4.  Kerja (kebetulan ada event BBW di Surabaya, aku daftar dan keterima *Alhamdulillah)
5. Dikasi orangtua :" (Ini aku gak minta aslinya, ortuku terlalu baik *terharu)

Alhamdulillah pos-pos dana tersebut cukup untuk membiayai selama saya di sana. Terlebih lagi, makan dan penginapan sudah menjadi paket dalam pembayaran program fee. Kecuali kalo tiap malam hedon, ya wassalam. Emang sih, yang kayak gini tidak bisa dihindari. Apalagi namanya juga dapet temen baru dari berbagai negara. Hasrat untuk nongkrong bareng pasti ada. Pas awal-awal sih waktu mau nongkrong masih nge-grab bareng-bareng. Lama-lama ya,  naik bus bareng-bareng karena lebih murah :D Tinggal di atur sendiri lah, gimana tetap bisa nongkrong tapi gak terlalu boros. Entah pilih menu yang murah atau saya yakin pasti kalian punya trik sendiri  soal nongkrong hemat.


Nah kegiatannya seperti apa di sana?
Begitu sampai di bandara, selesai urusan imigrasi, saya keluar pole dan disambut oleh staff dari IVHQ. Sebelum keluar, saya mencoba mencari praying room, dan tidak menemukan (kali aja ada kayak di Manila hehe). Kalau ada yang tahu praying room di Tan Son Nhat, boleh dong bagi info :D. Akhirnya saya melipir ke sebuah lorong buntu di pojokan. Di situlah saya menggelar sajadah dan menunaikan ibadah. Sore itu ada 2 voluntir yang datang, saya dan seorang cewek dari Jerman. Kami pun naik grabcar bersama staff yang menjemput menuju akomodasi. Akomodasinya semacam asrama sekolah bahasa. Selain voluntir, ada siswa atau mahasiswa (entah) yang tinggal di asrama tersebut. Malam pertama tidak terlalu banyak aktivitas. Saya hanya beres-beres barang dan (mencoba) istirahat. Entah kenapa gak bisa, mungkin jetlag. Akhirnya saya nelpon seseorang dan gak kerasa sampe 3 jam, setelah itu baru bisa tidur.

view dari kamar akomodasi (dokumentasi pribadi)


Program voluntir dari IVHQ ini, 3 hari pertama akan diisi dengan culture week. Kegiatan culture week ya seputar mengenal keadaan sekitar akomodasi. Misal menuju supermarket terdekat, belajar bahasa lokal (saya belajar bahasa Vietnam), mengunjungi tempat bersejarah (War Remant Museum, Chu Chi Tunnel), serta belajar membuat masakan lokal juga (Vietnamese spring roll). Setelah 3 hari culture week usai, kita mulai ditempatkan sesuai program. Itulah mengapa jika mengambil program 1 minggu dirasa tidak cukup karena hitungannya hanya dua hari penempatan voluntir.

Belajar bahasa Vietnam (dokumentasi pribadi)



Di akhir pekan, para voluntir diberi kebabasan. Entah mau stay di akomodasi, mau trip, terserah. Kalau saya, mumpung lagi di Ho Chi Minh, saya memutuskan untuk ambil trip ke Mui Ne. Iya, demi Sand Dunes (insyallah akan bikin tulisan terpisah soal Mui Ne). Sabtu dan Minggu saya habiskan di Mui Ne. Entah kenapa itu ngaruh banget sama mood saya. Senin ketika saya kembali beraktivitas sebagai voluntir, rasanya lebih semangat dan berenergi. Mungkin itulah kenapa kita butuh piknik.



Saya kurang tahu gimana program lain. Yang bisa saya ceritakan ya pengalaman saya sendiri di special needs care. Setelah sarapan, kita kumpul di depan akomodasi bersama-sama menuju halte untuk naik bus menuju placement. Sampai di placement, para voluntir diarahkan untuk membantu terapi sederhana bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sana. Tempatnya adalah daycare untuk anak berkebutuhan khusus. Setelah terapi selesai, voluntir menemani anak-anak bermain. Dilanjutkan sesi bernyayi dan menari. Gara-gara ini, kepala saya seolah selalu memutar lagu Baby Shark atau Bong Bong Bang Bang (ini lagu Vietnam). 

 
 lagu Vietnam yang bikin earworm


Setelah itu, anak-anak makan siang. Kami ditugaskan untuk menyuapi anak-anak yang tidak bisa makan mandiri atau mengawasi anak-anak yang bisa makan mandiri. Setelah makan siang, anak-anak tidur siang. Ketika anak tidur siang, kami para voluntir kembali ke akomodasi untuk makan siang. Lalu, kembali lagi jam 2 siang untuk melakukan aktivitas bersama anak-anak entah itu finger painting, slime making, parachut, dan sebagainya. Kami para voluntir juga diajak untuk merancang kegiatan untuk anak-anak selama seminggu, di awal pekan.


saya dan anak yang bahagia dengan kehadiran saya (doumentasi pribadi)



Jadi, begitlah bagaimana saya bisa voluntir dan apa saja kegiatan saya selama di Vietnam. Ini hanya murni ingin berbagi. Semoga apa yang saya tuliskan bisa menjadi manfaat. Ambil yang baik, buang yang buruk.


NB: Kalau tertarik daftar, kamu bisa pakai kode referral 9F66B untuk mendapatkan diskon 10% saat registrasi.


Sungkem.
Keep passionately happy :)



 


You Might Also Like

6 komentar

  1. Pengalaman yang seru. Terima kasih sudah berbagi.

    BalasHapus
  2. wah keren nih. Keknya saya mau nyoba juga jadi volunter. Nyari pengalaman baru seru juga nih. hehe

    BalasHapus
  3. Ohhh keren sekali kak kegiatannya. Pantesan tempo hari nggak pernah keliatan di Twitter hahaha :p
    Sebenernya pengen banget kalau ada kesempatan sih. Cuma kadang nggak berani. Hahaha.
    AWalnya tadi aku mikirnya ikutan AIESEC lho, ternyata enggak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih hehe. wah aku keseringan ngoceh di twitter ya :D jadi ketauan. Ya semoga nanti ada kesempatan buat coba.

      Bukan AIESEC, tapi IVHQ. Awalnya mau AIESEC sih tapi gak jadi hehe.

      Hapus

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram