[Review] Eva Hut Mui Ne, Penginapan Pinggir Pantai!

08.00

Ketika Trip ke Muine kemarin (17-18 November 2018), saya menginap di Eva Hut Mui Ne. Saya mendapatkan pengalaman yang berbeda menginap di sini. Pertimbangan utama saya adalah karena harganya murah dan tempatnya unik, benar-benar pinggir pantai. Karena saya suka pantai, jadilah saya memutuskan untuk menginap di Eva Hut untuk semalam.

Eva Hut from booking.com


Sesunguhnya saya tidak punya ekspektasi apa-apa sebelum sampai di penginapan ini. Saya membiarkan diri untuk menerima pengalaman baru. Kemudian agak kaget karena ternyata... tempat tidurnya hanya ada 1 kamar. Lebih tepatnya satu ruangan. Memang ruangannya agak luas, terdiri dari beberapa kasur. Tipe kasurnya adalah semcam ranjang sendiri-sendiri yang dilapisi selambu. . Terdapat bantal dan selimut.

bed Eva Hut (source from agoda)


Ketika check in, saya diminta untuk menyerahkan paspor dan disimpan oleh mereka. Pembayaran di lakukan saat check in, karena saya memesan melalui booking[dot]com. Saya juga diberi dua kunci. Kunci pertama adalah kunci loker. Lokernya kecil, seperti seukuran tas tangan untuk menyimpan barang berharga saja. Kunci kedua adalah kunci toilet. Iya kunci toilet. Jadi, di Eva ini benar-benar pinggir pantai. Dekat sekali dengan kehidupan nelayan. Si ibu hostel bilang, terkadang toiletnya dikunci oleh para nelayan agar tidak digunakan sembarang orang. Toilet di penginapan ini berbagi dengan nelayan :D Sehingga saya dibekali kunci toilet, agar tidak kesulitan jika semisal toilet sedang dikunci.

Masuk, lurus ada meja pingpong, kalau belok kiri area shower (pic from traveloka)


Lupakan kamar mandi dalam. Ruangan tidurnya hanya terdiri dari kasur-kasur dengan jendela besar dan loker. Kamar mandi (shower) dan toilet terpisah beberapa meter. Toiletnya dekat dengan bibir pantai, sedangkan shower nya lebih dekat ke pintu masuk penginapan. Jadi ketika mau mandi tidak bisa sekalian buang air (baik besar ataupun kecil). Ya kalau tidak sengaja buang air kecil di shower, yasudah entahlah hehe. Asiknya sih showernya luas, jadi agak leluasa. Bahkan di dalam showernya ada semacam bangku gitu. Entah untuk apa, munkin maksudnya untuk meletakkan toiletteries.

Ritme di penginapan ini santai banget. Ada bar dan meja pingpong untuk hiburan. Saat malam hari, bar akan memutar musik dengan suara kencang. Nah, ini bisa menjadi bahan pertimbangan karena ada 2 tipe manusia: suka suasana bar dan tidak suka bising. Saya termasuk tipe manusia yang tidak suka bising. Hanya saja, meski tanpa musik bar pun, tetap terdengar sumber suara lain yaitu debur ombak. Suara ombak adalah suara yang bisa saya toleransi. Akhirnya demi bisa beristirahat, saya fokus ke suara ombak dan berusaha mengabaikan musik bar.


Bar di Eva Hut (pic from trip advisor)

No breakfast. Kalau mau sarapan bisa pesan di bar-nya. Yang perlu diperhatikan adalah di sini menyediakan menu pork. Well, ada tipe muslim yang halal kentel, ada pula yang prinsipnya 'asal bukan babi'. So, eat on your own discretion. Saya sendiri tidak sempat sarapan karena ambil sunrise trip. Oiya, di sini juga terdapat wifi dan lumayan lancar sihh seingat saya.


(+)
Rate murah
Ritme santai
Ada fasilitas hiburan
Shower luas

(-)
Privasi kurang
Toilet dan Shower di luar
Colokan agak jauh dari kasur
Anyway foto-fotonya kuambil dari internet karena pas di sana gak sempat foto :(

You Might Also Like

3 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram