About Me


Nama saya Tsurayya Maknun. Biasanya dipanggil Inun. Pernah dipanggil Maknun, gara - gara  guru kelas 1 SD dulu langsung mengambil kesimpulan bahwa saya dipanggil Maknun. Gak tau kenapa langsung berkesimpulan seperti itu. Mungkin kalau manggil Tsurayya kesulitan, harus monyongin bibir dulu hehe. Jadilah semua teman SD saya manggil Maknun. Untunglah waktu SMP berhasil mengembalikan nama saya. Tapi waktu kelas 9 saya dipanggil Ayya. Ini juga ulah wali kelas. Gara - gara beliau merasa bahwa saya lebih pantas dipanggil Ayya daripada Inun. Jadilah temen sekelas manggil saya Ayya. Tapi untuk selanjutnya kembali lagi, saya dipanggil Inun. Yah... you can call me each of them, my name.

Mungkin ada yang asing dengan nama "Tsurayya". Atau bahkan sangat merasa bahwa Tsurayya adalah nama yang pasaran. Well, saya sendiri penasaran dengan arti nama itu. Tsurayya Maknun adalah nama yang diberikan oleh almarhum kakek saya. Saya sempat bertanya pada beliau perihal arti dari Tsurayya, dan katanya Tsurayya adalah bintang, nama sebuah bintang. Ada pepatah Arab "Kun rajulan rijlahu fi tsara wa himmatuhu himmatan fi tsurayya", artinya jadilah orang yang kakinya menginjak bumi dan cita - citanya menggantung setinggi (bintang) tsurayya. Tsurayya adalah gugusan bintang tertinggi di angkasa, wuahh. Sedangkan Maknun yang saya cari sendiri artinya di Al - Quran terjemahan adalah terjaga, tersimpan dengan baik. So? Bintang yang terjaga?



Saya suka nulis. Lebih tepatnya menulis sesuatu yang bebas. Sebut saja cerpen, puisi, novel belum nyampe sih, gak kelar - kelar soalnya. Kesukaan menulis berawal dari suka membaca. Meskipun saya bisa membacanya telat banget dibanding anak lain. Saya baru bisa baca kelas 1 akhir. Mungkin karena rasa penasaran untuk bisa membaca akhirnya yang membuat saya suka baca. Mungkin perlu saya pertegas. Saya suka baca dan nulis sesuatu yang bebas, bukan ilmiah hehe. Tapi tentu saja sebagai anggota akademik saya dituntut membaca literatur ilmiah. Untuk membaca sih oke. Tapi menghasilkan karya tulis ilmiah sih belum. Yah semoga saja bisa belajar untuk menulis ilmiah.


Internet banget. Iya, alasan itu yang membuat saya memilih kosan yang free wifi. Soalnya kalo gak ada internet, apa lagi hiburannya? Saya gak terlalu suka nonton tv. Hiburan saya selama ini adalah youtube. Yoi, mulai dari vidoe kocak milik bayu skak, indovidgram, #gapentingsih, LDP, video klip musik bahkan sampe belajar lewat youtube. Maklum, saya orang visual. Dan worth it banget kalo lagi ngerjain tugas. Gak perlu cari sinyal wifi di cafe.



Tertarik sama banyak hal. Meski gak ahli sih, masih belajar aja. Saya lagi belajar desain juga. Desain grafis dan (dasar pake banget) desain web. Emang gak sesempurna desainer ahli. Tapi, namanya juga belajar. Tertarik fotografi juga, tapi gak punya kamera -__-, sementara cuma berusaha moles foto via editing. Satu lagi, tertarik sama bahasa asing. Alasannya, cause I wanna see the world. Kata Gus Dur bahasa adalah kunci dunia. Jika menguasai bahasa suatu kaum, maka kamu bisa menguasai kaum itu. Ingin melihat dunia, pergi ke luar negeri. Bukan hanya untuk melanjutkan studi, tapi juga traveling dan tadabbur alam. Mempelajari secara langsung banyak budaya dunia.


Dengan segala keajaiban bisa lulus dari Psikologi Universitas Airlangga. Sayangnya, tanggung jawab sebagai sarjana psikologi lumayan juga. Saya seringkali ditanya soal hal-hal yang berkaitan dengan psikologi. Rasanya seperti, "hayo lo tanggung jawab, dulu kuliah belajar apa?". Bagaimana pun, konsekuensi saya karena telah memilih belajar Psikologi. Jadi, semoga saya tidak lelah untuk terus belajar tentang ilmu yang saya pilih.















My Instagram

Instagram